Kepemilikan

Bukan hanya nama, representasi atau investasi. Kepemilikan sekarang adalah hal yang sedikit menganggu produktivitas saya, terutama di domain katamardani.com ini. Bingung sekaligus mencari alasan sebagai kambing hitam adalah hal yang terus menerus menggerogoti produktivitas saya disini. Maaf dan terima kasih!

Sudah sekian lama saya meinggalkan anak emas saya yang satu ini. Memang, dibanding karya yang lainnya, domain ini adalah salah satu karya saya yang dikenal banyak orang. Mungkin hanya tentang diri saya sendiri yang belum siap untuk menerimanya atau mungkin saya hanya menciptakan alasan tersendiri untuk memperlambat sistem produksi dari barang ini. Kepemilikan adalah hal yang saya pertimbangkan dari hari ke hari hanyalah membuat saya terus menunda kegembiraan melakukan ini.

Dulu, salah satu teman saya yang entah beliau menganggap saya sebaliknya atau tidak. Salah satu gitaris dari band yang cukup terkenal di kalangan anak muda pernah berkata kepada saya. “Semakin banyak orang yang mendengar lagu saya, semakin berbeda kepemilikan dari band ini”, “Dulu, mungkin band ini hanya milik saya dan vokalis saya, namun sekarang saya merasa band ini sudah milik fans saya”. Hal tersebut membuat dia berfikir dengan cara yang berbeda, dari menulis lagu karena keinginan hatinya menuju ke menulis lagu yang fans saya akan sukai. Karena fikir-nya band bukan hanya milik dia saja, fans dari band adalah orang yang paling memiliki band tersebut.

Kalimat tersebut ternyata jatuh jauh lebih dalam ke diri saya dari yang saya tanggapi pada waktu itu. Hal yang sangat membebani saya akhir-akhir ini. satu kata yang sedikit mendalam, kepemilikan. Ketika salah satu tulisan saya sudah menjadi tulisan yang berada di pencarian paling atas di search engine dan semakin melonjaknya pembaca. Saya mulai berfikir bahwa domain ini sudah bukan milik saya saja, tapi juga teman-teman pembaca yang tetap menunggu update dari tulisan-tulisan domain ini. Semakin saya berfikir tulisan apa yang dapat bermanfaat dan berguna bagi teman-teman sekalian, dan tulisan yang bukan memiliki makna pengulangan yang sudah saya tuliskan di artikel-artikel sebelumnya. Semakin tidak ada satu-pun artikel yang saya tulis, sampai larut, sampai jauh, lalu hilang.

Terima kasih untuk teman yang lainnya, karena ada beberapa teman saya yang juga memiliki domain mereka sendiri. Kebanyakan mereka membuat diary yang bedanya ditulis secara online. Ketika saya mulai menelusuri mereka satu persatu, membaca tulisan per tulisan yang mereka tulis di domain mereka sendiri. Saat itulah saya tersadar, tersadar akan tujuan awal saya membangun domain ini adalah untuk menjadi bahan bacaan saya di masa depan, untuk mengingatkan saya tentang nilai yang selalu saya dapati dan pegang, untuk membuat diri saya tetap menjadi diri saya apapun kondisi yang akan saya lampaui di masa depan. Lalu mengapa saya harus memikirkan nilai apa yang pembaca saya dapatkan? mengapa saya harus berfikir 3-4x untuk menggunakan bahasa indonesia atau english karena takut untuk tidak dapat dimengerti maksimal oleh semua orang? Mengapa saya harus bertarung di SEO untuk menjadi yang paling atas? Bukankah bukan itu tujuannya?

Terkesan egois memang, tapi saya percaya akan nilai tersebut. saya akan tetap selalu menjadi diri saya sendiri. Bukan merubah sesuatu karena ingin menjadi atau disenangi oleh orang lain. Terkadang kita memang lupa diri terlalu jauh, bukan hanya masalah kepemilikan teman. Ketika kita merasa tersesat, tak tahu harus kemana. Mari kita bersama duduk, dan ingat kembali tujuan dan niatan atas mengapa kita melakukan ini pada awalnya. Percayalah, tetap pada tujuan kita. Merubah tujuan bukan solusi yang tepat. Satu hal lagi, ajaibnya, mengingat tujuan awal kita akan memberikan energi yang sama ketika kita mulai melangkahkan kaki untuk pertama kali menuju tujuan yang telah kita sepakati, baik hati, otak maupun dirimu sendiri.

Salam,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll Up