Telat? Apakah saya sudah telat?

Terkadang kata telat adalah kambing hitam utama yang selalu kita jadikan sebagai alasan untuk memperlamat perkembangan diri sendiri. Selamat pagi, selamat menikmati hari.

Pembahasan ini terpicu karena akhir-akhir ini saya sering sekali mendengar keluhan dari orang-orang disekitar saya.

“Ah sudah telat”
“Coba dari dulu kepikiran”
“Kenapa dulu gak coba mulai dulu yah”

Ah, ayolah. Berhenti membuat tembokmu sendiri. Jika kau selalu bertanya kenapa kau tidak berkembang dan hanya berkutik di lubang yang sama, jawabannya sederhana. Berhenti membuat tembok untuk dirimu sendiri.

Tanpa kita sadari, kita selalu menciptakan tembok kita sendiri, dan selalu mengkambing-hitamkan sesuatu sebagai alasan untuk diri kita sendiri. Tidak mencoba berinteraksi dengan orang lain hanya karena dirimu adalah seorang yang pemalu adalah kesalahan besar temanku. Ketika kau menciptakan alasan berupa karakter diri yang pemalu, disanalah tanpa kau sadari kau sedang membangun tembokmu sendiri. Lalu, kau akan berhenti mencoba untuk berinteraksi dengan orang lain. Payah.

Kembali pada kata telat. Saya pernah mendengar seseorang yang terkenal pernah berkata bahwa setiap orang punya timeline mereka masing-masing. Setiap orang tidak bisa dipaksakan untuk sukses sebelum 30 Tahun, 20 Tahun, atau rentang waktu lainnya. Kau punya garis waktumu sendiri! Jangan pernah mencoba untuk berkata telat kepada dirimu sendiri. Jika seorang yang kau kenal mampu mencapai sesuatu yang kau inginkan lebih cepat darimu, itu bukan masalah. Masalahnya ada pada usahamu untuk terus mencoba dan bangkit ketika kau mendapati sebuah kegagalan.

Siapa?

Coba kita ambil contoh, Jack Ma, orang terkaya nomer 1 di China mendirikan Alibaba Group saat usianya 35 Tahun. Suichiro Honda, baru menuai suksesnya saat berumur 42 Tahun. John Pemberton, pendiri Coca-Cola baru menemukan formula minumannya saat berumur 55 Tahun. Colonel Sanders mendirikan KFC (Kentucky Fried Chicken) saat berumur 65 Tahun, dan masih banyak contoh yang bisa kita pelajari.

Contoh-contoh dan pembahasan ini mungkin sangat sering kita dengarkan dari video-video motivasi yang tersebar di social media. Tapi anehnya, kita hanya merasa termotivasi untuk beberapa saat saja, dalam hitungan menit semua kembali seperti tidak pernah menonton video itu sebelumnya. Tidak masalah, hanya saja ketika kita tetap lupa akan hal itu ketika merasa terupuruk dan telat untuk memulai seuatu. Itu bodoh namanya.

Gambaran

Lalu kondisi apa yang mampu kita sebut sebagai telat? Telat itu seperti apa tepatnya? Begini saja, saya coba ilustrasikan

Ilustrasi Telat

Sepertinya gambar ilustrasi tersebut dapat menggambarkan banyak lebih dari kata-kata yang hendak saya tulis. Hehe

Jika dirimu terus beranggapan bahwa melakukan ini dan itu (re:impian) adalah hal yang sudah terlanjut telat. Maka selamat berinteraksi dengan dirimu sendiri. Kita semua sama, mencoba untuk meraih apa yang kita inginkan. Tapi apakah akan lebih indah jika bersama dan saling mendukung satu sama lain?

Sekian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll Up